It was an unusual event.
Friday, December 26, 2008
When the bride sing a song
It was an unusual event.
Wednesday, December 17, 2008
Hadiah sepatu untuk George Bush
Presiden negara adidaya,
Selalu berperan sebagai juru damai,
Apa hadiah yang pantas untuknya
Dilempar sepatu saja!
Posted by Catatan Pinggir at 5:17 PM
Labels: sepatu Bush
Monday, December 15, 2008
Gunung Kapur Lamongan
Jika kita jalan-jalan di daerah Babat, Lamongan, kita bisa melihat-lihat suasana pegunungan yang memiliki ciri khusus. Gunung di daerah ini tidak terlalu banyak ditumbuhi pohon, hanya gundukan bebatuan yang justru menjadi sumber penghidupan bagi orang-orang yang tinggal di sekitarnya. Penduduk di sini biasa mengambil batu-batu kapur untuk dijual sebagai bahan bangunan.
Posted by Catatan Pinggir at 9:27 AM
Saturday, December 13, 2008
Adipura untuk Bojonegoro
Harapan bagi seluruh warga Bojonegoro saat ini adalah untuk mendapatkan piagam adipura. Ini adalah perlambang yang nyata tentang kebersihan kota. Inilah tanda akan adanya sebuah karya. Adipura semestinya diraih dan diperjuangkan bersama.
Thursday, December 11, 2008
Laut Biru, Langit Biru
The Lake, down under
Blue water looked beautiful
Only a short moment, it is
Longing for the peace
Tuesday, December 9, 2008
Bulan tengah malam
Semestinya terang bulan
Kedatanganmu menjadi penghalang
Tak cukup terang, memberi terang
Sudah, matamu sudah bicara
Sunday, December 7, 2008
Night Sky, altogether
My favourite hobby is taking pictures of the sky. I can post it one by one, but now I try to combine them altogether. Wonderful as they are, let it be.
See me like, like this
I think all will be interested in me as whatever I am now. You can see me quiet clear. I am different. Not in time you will have another opportunity. This is the last moment.
Friday, November 7, 2008
Warung kopi
Ada persoalan penting yang sangat erat hubungannya antara warung kopi dan Bojonegoro. Beberapa tahun yang lalu tengah kota Bojonegoro sangat penuh dengan warung kopi yang berjajar hampir di seluruh trotoar utama. Hampir tak ada lahan kosong. Semuanya berisi warung kopi atau warung jajanan lain. Bojonegoro identik dengan warung kopi dan jagongan.
Bojonegoro telah menyuburkan usaha-usaha informal khusus melayani warganya yang tidak kebagian jatah untuk berkarya. Sejarah mencatat bahwa yang mampir ke warung kopi di Bojonegoro berasal dari berbagai lapisan masyarakat--mulai pejabat sampai penjahat, mulai guru sampai siswa dan mulai penguasa samapi yang tidak berdaya. Buday jagongan ngalor ngidul adalah yang trend di kota Bojonegoro. Pejabat yang tidak mendapat proyek lari mencari tempat yang aman untuk mengibati sakit hatinya. Penjahat yang tak mau lagi masuk penjara nebeng ngopi bersama pejabat. Wartawan mencatat kejadian ini sebagai momentum curhat yang layak dimuat. Ada banyak celah-celah yang bisa menjadi bahan berita. Guru memperkuat kondisi ini dengan sedikit gaul dengan para penganggur. Dan siswanya tahu sekali bahwa di Bojonegoro banyak polisi tidur. Budaya ngopi dan ngobrol ngalor ngidul dijadikan wadah untuk menyalurkan aspirasi.
Pada waktu ngobrol dengan seorang teman yang berasal dari kabupaten lain, kami punya pandangan yang hampir sama. Budaya ngopi dan ngobrol ngalor ngidul ini sudah akut dan tidak mendidik. Di daerahnya, katanya, semua orang merasa malu kalau terlihat masuk ke warung kopi terutama di pagi hari. Para pemuda yang menganggur tidak pernah berani menampakkan diri di warung kopi. Semua orang memilih untuk bekerja apa saja yang bisa menghindarkan diri dari gunjingan orang. Banyak sekali home industry yang bisa mereka datangi dan mampu memberikan pekerjaan pasti. Kalau tidak, mereka akan berangkat ke sawah. Waktu mereka habis untuk bekerja dan tidak sempat samabang ke warung kopi.
Posted by PenulisCilik at 10:44 AM
Labels: warung kopi
Korupsi berjamaah
Kalau sampeyan sholat, yang berjamaah tentu lebih afdlol. Sesuatu yang dilakukan bersama-sama menjadi suatu budaya yang lebih kuat dibandingkan bila hanya dilakukan oleh satu orang saja. 'Korupsi berjamaah' adalah sebuah istilah yang sempat dirilis oleh pengamat politik di Bojonegoro. Walhasil, pada saat penggerebekan pelaku korupsi seperti sekarang ini, banyak pentolan di kalangan birokrat yang masuk dan masuk ke dalam penjara. Sudah menjadi trend. Layaknya sebuah fashion show, kalau tidak mengikuti trend berarti sangat ketinggalan jaman. Orang yang ketinggalan jaman ya tidak lagi pantas menjabat di birokrasi manapun.
Korupsi di kita merupakan 'trade mark' pejabat yang berkuasa. Mereka adalah orang-orang yang pernah mengikuti sistem pendidikan jaman dahulu yang terkenal dengan produk pendidikan moral berupa P4. Hampir semua yang terlibat korupsi sekarang ini bisa dipastikan sudah mengikuti penataran moral. Setelah ditatar, hasilnya bisa kita rasakan bersama. Negara kita juga terpuruk karena pejabatnya dan mengikuti penataran moral yang menganjurkan sistem kerja gotong royong. Korupsi juga harus gotong royong. Kalau korupsi dilakukan sendiri biasanya dilabeli dengan 'maling'.
Bojonegoro sebagai kota di pinggiran bengawan Solo sudah mengalami kemajuan yang banyak dengan mendaftarkan beberapa pejabat dan mantan pejabat sebagai pengikut 'korupsi berjamaah.
Thursday, October 23, 2008
Pemimpin Bojonegoro
Di pinggiran bengawan Solo terdapat sebuah daerah yang disebut Kabupaten Bojonegoro. Bagi saya kabupaten ini pantas disebut kota pensiun, karena roda kehidupannya yang sangat santai, jauh dengan kota asalku.
Dalam proses pencarian saya temukan siapa saja orang nomor satu di kota pensiun ini:
Daftar Mantan Bupati Bojonegoro
No. Nama Masa Kerja
1. Raden Mas Toemapel 1234 -1270
2. Ki Wirosentiko(R. Tumenggung Surowidjojo) 1705 - 1718
3. Ki Songko (R. Tumenggung Hario Matahun I) 1718 - 1741
4. R. Tumenggung Hario Matahun II 1741 - 1743
5. R. Tumenggung Hario Matahun III 1743 - 1755
6. R. Ronggo Prawirodirdjo I 1755 - 1756
7. R. Purwodidjojo 1756 - 1760
8. RM. Guntur Wirotedjo 1760 - 1800
9. R. Ronggo Djenggot 1800 - 1811
10. R. Prawirosentiko 1811 - 1816
11. R. Tumenggung Sumonegoro 1816 - 1821
12. R. Tumenggung Sosrodiningrat 1821 - 1823
13. R. Tumenggung Purwonegoro 1823 - 1825
14. R. Adipati Djojonegoro 1825 - 1827
15. R. Tumenggung Sosrodilogo 1827 - 1828
16. R. Adipati Djojonegoro 1828 - 1844
17. R. Adipati Tirtonoto I 1844 - 1878
18. RM. Tumenggung Tirtonoto II 1878 - 1888
19. RM. Sosrokusumo 1888 - 1890
20. R. Adipati Aryo Reksokusumo 1890 - 1916
21. R. Adipati Aryo Kusumoadinegoro 1916 - 1936
22. R. Dradjat 1936 - 1937
23. R. Tumenggung Achmad Surjodiningrat 1937 - 1943
24. R. Tumenggung Oetomo 1943 - 1945
25. R. Tumenggung Sudiman Hadiatmodjo 1945 - 1947
26. Mas Surowijono 1947 - 1949
27. R. Tumenggung Sukardi 1949 - 1950
28. R. Sundaru 1950 - 1951
29. Mas Kusno Suroatmodjo 1951 - 1955
30. R. Baruno Djojoadikusumo 1955 - 1959
31. R. Soejitno 1959 - 1960
32. R. Tamsi Tedjo Sasmito 1960 - 1968
33. Letnan Kolonel Inf. Sandang 1968 - 1973
34. Kolonel Inf. Alim Sudarsono 1973 - 1978
35. Drs. Soeyono 1978 - 1983
36. Drs. Soedjito 1983 - 1988
37. Drs. H. Imam Supardi 1988 - 1993
38. Drs. H. Imam Supardi 1993 - 1998
39. Drs. H. Atlan, MM. 1998 - 2002
40. H. Mohammad Santoso2003 - 2008
41. H. Suyoto 2008 - 2013
Posted by PenulisCilik at 12:05 PM
Labels: bojonegoro
Saturday, October 11, 2008
Bojonegoro Kota
Dalam perjalanan kota Bojonegoro, akhirnya kota ini mendapatkan seorang pemimpin yang mantan akademisi dan wakilnya yang pernah menjadi perwira militer. Kemenangan yang diraih oleh pasangan TOTO ini bukan tidak mengakibatkan dampak psikologis dan gesekan-gesekan politik. Dalam kampenye saja mereka disingkirkan. Sekarang ini sudah memasuki tahun pertama dalam kepemimpinan mereka. Apa yang saja berubah di kota Bojonegoro? Bagaimana peranan yang mereka jalankan dalam kepemimpinan mereka?
Posted by PenulisCilik at 8:59 AM


.jpg)


.jpg)



